Selamat datang di Website Mitra Arsitek (CV. Mitra Sulawesi), Kami melayani berbagai keperluan Jasa Desain Arsitektural bangun rumah, hitung RAB, Time Schedull dan lainnya

PANDUAN PRAKTIS MENENTUKAN SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN BETON

Tentang Struktur Bangunan Beton
Perhitungan struktur bangunan wajib untuk dilakukan orang yang ahli di bidang tersebut. Tetapi bagi anda yang tidak ahli di bidang tersebut tetapi ingin mengetahui perkiraan kasaran/taksiran ukuran dari suatu balok, kolom, pelat lantai atau komponen struktur lainnya , maka jangan berkecil hati, artikel berikut akan memberikan contoh perhitungan yang sederhana dimana anda bisa mengetahui kasaran dari komponen struktur bangunan beton (khususnyan bangunan bertingkat 2 lantai)

A. Dimensi dan Spesifikasi Pondasi 
  • Pondasi Batu Kali
Pondasi Batu Kali merupakan jenis pondasi yang paling banyak digunakan untuk konstruksi rumah tinggal. Disamping kekuatannya yang sudah teruji, bahan-bahannya juga mudah didapatkan di negara seperti Indonesia ini. Pondasi batu kali ini umum dibuat untuk menahan beban struktur diatasnya seperti, tembok atau dinding di atasnya. Jika sebuah rumah dibangun sebanyak 2 lantai atau lebih, maka pondasi seperti ini perlu dikombinasikan dengan pondasi jenis lain. 
Untuk bangunan tidak bertingkat (1 Lantai), pada umumnya dapat digunakan ukuran pondasi batu kali dengan spesifikasi sebagai berikut : Lebar Atas 25-30 cm, Lebar Bawah (min. 2x lebar Atas) yaitu 50 - 80 cm, Tinggi Pondasi 60 - 100 cm. Urugan Pasir dibawah pondasi dapat diberi 5 cm, Ketebalan Aanstamping (Batu Kosong) 15-20 cm. Gunakan adukan spesi minium 1:5 atau 1:4 jika diperlukan

Untuk bangunan Bertingkat (2 Lantai), pada umumnya dapat digunakan ukuran pondasi batu kali dengan spesifikasi sebagai berikut : Lebar Atas 30-40 cm, Lebar Bawah (min. 2.5 x lebar Atas) 60 - 85 cm, Tinggi Pondasi 80 - 120 cm. Urugan Pasir dibawah pondasi dapat diberi 5 -10 cm, Ketebalan Aanstamping (Batu Kosong) 20-25 cm. Gunakan Adukan 1:4 atau jika diperlukan 1:3
  • Pondasi Setempat/Cakar Ayam (Foot Plate)
Pondasi setempat/Foot Plate/Pondasi Cakar Ayam ini digunakan karena alasan-alasan seperti terdapat lapisan tanah keras pada lahan. Umumnya dibuat dengan kedalaman 1 sampai dengan 1,50 m dari permukaan tanah, atau lebih. Pondasi setempat ini juga dibuat untuk menahan kolom pada bangunan bertingkat. Jadi dia hanya menahan kolom, sedangkan beban untuk dinding-dinging bisa juga ditahan oleh balok, sloof pengikat ataupun pondasi menerus berbahan batu kali. Jadi untuk bangunan bertingkat, pondasi setempat ini adalah struktur utama. Semua beban dari bangunan yg diterima oleh kolom pendukung akan langsung ditumpukan pada pondasi setempat ini.

Pada umumnya pondasi setempat digunakan untuk perpanduan pondasi batu kali, lebih banyak digunakan pada bangunan bertingkat. Pada bangunan bertingkat (2 Lantai) dapat digunakan dimensi pondasi cakar ayam dengan spesifikasi sebagai berikut : Ukuran Minimal Pondasi Utama (PxL) 120 cm x120 cm dengan ukuran Kolom/Tiang 30x30, dan Ukuran Minimal Pondasi Anak/Support (PxL) 100 cm x100 cm dengan ukuran Kolom/Tiang 20x20 (Dapat digunakan untuk konstruksi penyangga atap beton teras dll).  Pembesian utama dengan besi dia.12 mm, serta Kualitas beton dapat dipilih minimum K200
B. Dimensi dan Spesifikasi Sloof
Sloof kadang juga disebut dengan Tie Beam, atau Grade Beam Semua wujudnya sama, tapi fungsi utamanya aja yang beda-beda. Sloof adalah salah satu elemen yang penting di sebuah struktur bangunan gedung maupun non-gedung. Sloof adalah balok yang berada di tanah, baik itu di dalam tanah, atau muncul di permukaan tanah.Sloof ini diharapkan dapat menahan beban dinding diatasnya serta meningkatkan kekuatan serta kekakuan lentur pondasi. 

Pada bangunan tidak bertingkat (1 Lantai) , ukuran sloof dapat dibuat pada dimensi minimum 18x25 dengan pembesian Tulangan utama 4xd12 dan tulangan sengkang/ring yaitu d8-20 cm, atau pada bangunan yang cukup besar/luas bisa digunakan 20x30, dengan pembesian utama 6xd12 dan tulangan sengkang/ring d8-15cm. Direkomendasikan menggunakan beton kualitas minimum K175
Pada bangunan  bertingkat (2 Lantai) , sloof dapat dibuat pada dimensi minimum 20x30 dengan pembesian Tulangan utama 6xd12 dan tulangan sengkang/ring yaitu d8-15 cm, atau pada bangunan yang cukup besar/luas bisa digunakan 25x40, dengan pembesian utama 8xd16 dan tulangan sengkang/ring d8-15cm. Direkomendasikan menggunakan beton kualitas minimum K200 atau K250

C. Dimensi dan Spesifikasi Kolom
Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996).

SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.

Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin.

Contoh Perhitungan Sederhana pada bentang 600 cm (6 meter), dengan lebar balok/ring balok 25 cm

Untuk menentukan Penampang Kolom sebagai berikut :
L = Lebar balok + (2x5cm) = 25+(2x5cm) = 35 cm
Jadi ukuran kolom utama = 35 cm x 35 cm  (Luas penampang tekan = 1225 cm2)
Pada praktiknya dilapangan ukuran selisih ukuran kolom dan tebal dinding disesuiakan, agar tidak timbul berlebih. Kolom dibuat berbentuk L dengan tetap mempertimbangkan luas penampang kolom.

Pada bangunan tidak bertingkat (1 lantai) Untuk pembesian kolom utama dapat disesuaikan dengan komposisi 4xd12 , besi sengkang/ring d8-15 cm (besi diameter 8 pada jarak antara 15 cm)

Pada bangunan bertingkat (2 lantai) Untuk pembesian kolom utama dapat disesuaikan dengan komposisi 8xd12 , besi sengkang/ring d8-15 cm (besi diameter 8 pada jarak antara 15 cm). Untuk kolom praktis dapat disesuaikan dengan ketebalan dinding. Dapat dipilih pada ukuran 13x10 atau 13x13 dengan pembesian 4xd12 dan Ring d6-20 cm

D. Dimensi dan Spesifikasi Struktur Dinding
Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area. Umumnya, dinding membatasi suatu bangunan dan menyokong struktur lainnya, membatasi ruang dalam bangunan menjadi  ruangan-ruangan atau melindungi atau membatasi suatu ruang di alam terbuka. Tiga jenis utama dinding struktural adalah dinding bangunan, dinding pembatas (boundary), serta dinding penahan (retaining). Berikut ini dimensi dan spesifikasi teknis dinding bata (pasangan 1/2 bata).

Pada dinding bata (1/2 bata) tebal dinding terbentuk dari tebal 1/2 bata ( kira-kira 11 cm), tebal plasteran 2x2 cm , tebal lainnya (acian, plasteran, plamir dan cat). Jadi Perkiraan tebal dinding yaitu 15cm - 16 cm (setelah finishing).
Untuk Pasangan Bata Merah (temasuk batako) dapat dipilih spesi/campuran semen : pasir yaitu  1:5 atau 1 : 4, khusus untuk trassram (area kedap air) dianjurkan menggunakan spesi 1:3
Untuk spesi campuran plasteran gunakan spesi 1: 5 dan 1:3 (khusus untuk trassram)

E. Dimensi dan Spesfikasi Balok (Ring Balok)
Ring Balok adalah struktur yang diletakkan di atas pasangan batu dan bata. Fungsi ring balok adalah sebagai tumpuan konstruksi atap dan sebagai pengikat pasangan dinding batu bata bagian atas agar tidak runtuh. Pada bangunan bertingkat ringbalok akan berfungsi juga sebagai pengikat slab lantai (dikenal dengan balok)
Balok adalah bagian dari struktural sebuah bangunan yang kaku dan dirancang untuk menanggung dan mentransfer beban menuju elemen-elemen kolom penopang. Selain itu ring balok juga berfungsi sebagai pengikat kolom-kolom agar apabila terjadi pergerakan kolom-kolom tersebut tetap bersatu padu mempertahankan bentuk dan posisinya semula. Ring balok dibuat dari bahan yang sama dengan kolomnya sehingga hubungan ring balok dengan kolomnya bersifat kaku tidak mudah berubah bentuk. Pola gaya yang tidak seragam dapat mengakibatkan balok melengkung atau defleksi yang harus ditahan oleh kekuatan internal material. Berikut ini dapat dijadikan panduan dalam menentukan dimensi dan spesikasi balok (ring balok)
  • Balok Induk
Balok Induk, adalah semua balok yang melintang tanpa topang pada seluruh lebar bangunan dan pada kedua ujungnya bertumpu pada kolom.
Contoh perhitungan sederhana :
Tinggi = 1/12 x bentangan = (1/12) x 600 cm = 50 cm
Lebar = 1/2 x tinggi balok = 1/2 x 50 cm = 25 cm
Jadi Dimensi balok Kasaran/Taksiran (L x T)= 25 cm x 50 cm

  • Balok Anak
Balok Anak, adalah balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada balok induk, digunakan untuk memperkecil petak-petak lantai disetiap ruangan

Contoh perhitungan sederhana :
Tinggi = 1/15 x Bentangan = (1/15) x 600 cm =  40 cm
Lebar = 1/2 x Tinggi balok = 1/2 x 40 cm = 20 cm  
Jadi Dimensi taksiran balok anak  (L x T)= 20 cm x 40 cm
F. Dimensi dan Spesifikasi Pelat Lantai Beton
Yang dimaksud dengan pelat lantai beton bertulang yaitu struktur tipis yang dibuat dari beton bertulang dengan bidang yang arahnya horizontal, dan beban yang bekerja tegak lurus pada apabila struktur tersebut.Ketebalan bidang pelat ini relatif sangat kecil apabila dibandingkan dengan bentang panjang/lebar bidangnya.Pelat beton ini sangat kaku dan arahnya horisontal, sehingga pada bangunan gedung, pelat ini berfungsi sebagai diafragma/unsur pengaku horizontal yang sangat bermanfaat untuk mendukung ketegaran balok portal.

Contoh Perhitungan Sederhana

Tebal = 1/40 x Lebar Bentang = 1/40 x 600 cm = 0,15 m = 15 cm
Untuk pembesian dapat menggunakan besi diameter minimun 12 mm, dengan jarak spasi 15-18 cm , dapat disusun pada 2 layer. Unuk Kualitas beton dapat digunakan K175
G. Dimensi dan Spesifikasi Rangka Atap dan Atap 
  • Atap Baja Ringan
Atap baja ringan menjadi suatu pilihan yang cukup cerdas dalam membangun sebuah rumah hunian masa kini. Apalagi atap sebuah rumah merupakan bagian utama dari rumah sebagai  perlindungan utama dari cuaca baik hujan maupun panas. Tentu tidak nyaman rasanya apabila anda mempunyai sebuah rumah yang megah dilengkapi dengan fasilitas dan hiasan menarik di dalamnya namun terganggu akibat kebocoran atap.

Pada rangka baja ringan diajurkan menggunakan bahan yang telah ter-sertifikasi dalam hal kekuatan konstruksi. Untuk Jarak Antar kuda-kuda baja dipengaruhi oleh jenis pelapis atap yang akan ditopang. Khusus untuk pelapis atap type metal (metalroof atau sejenisnya) dapat menggunakan jarak antar rangka adalah 110 cm - 120 cm, dengan jarak antar reng 60 cm.
  • Pelapis Atap
Pelapis Atap adalah penutup atas suatu bangunan yang melindungi bagian dalam bangunan dari hujan maupun panas terik matahari. Bentuk atap ada yang datar dan ada yang miring, walaupun datar harus dipikirkan untuk mengalirkan air agar bisa jatuh. Bahan untuk atap bermacam-macam, di antaranya: genting (keramik, beton), seng bergelombang, asbes, maupun semen cor. Adapula atap genteng metal yang sangat ringan, tahan lama, anti karat dan tahan gempa.
http://www.mitra-arsitek.com/p/jasa-arsitek_4.html

Penting : Dimensi dan Spesifikasi teknis yang dipaparkan pada tulisan ini bersifat TIDAK mutlak (hanya dijadikan data perencanaan awal), pada konstuksi tertentu dipelukan desain dan perhitungan struktur yang lengkap dan terperinci.
Demikian informasi yang dapat kami share tentang : PANDUAN PRAKTIS MENENTUKAN SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN BETON, semoga dapat bermanfaat

Kami rekomendasikan juga untuk anda:

Bagikan jika bermanfaat :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Aswar Teknik | Mas Template
Copyright © 2011-2016. Mitra Arsitek Official Website - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger